Senin, 30 Juli 2012

Gubernur NTT Kembali Dilaporkan ke KPK



JAKARTA, PESATNEWS – Untuk memperkuat laporan yang sebelumnya telah dilayangkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (25/6) silam, Koalisi Masyarakat untuk Indonesia Transparans (KOMITs) dan Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa NTT (FKPM NTT), Selasa (24/7) kemarin kembali mendatangi KPK.
Kali ini, tanpa membawa massa, empat orang perwakilan dari kedua lembaga tersebut menyerahkan berkas laporan BPK yang berisi dugaan penyelewengan dana bansos Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berkas laporan dugaan korupsi tersebut diterima petugas KPK Sugeng Basuki dengan nomor surat 2012-07-000428. Menurut Sugeng Basuki pihaknya menerima laporan tersebut untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku di KPK.

“Laporan terkait dugaan penyelewengan dana bansos NTT ini kami terima. Selanjutnya akan kami pelajari hingga tahap berikutnya. Jika ditemukan bukti-bukti penguat, KPK akan segera menindaklanjuti dengan melakukan penyidikan atas temuan-temuan yang menguatkan,” ujar Sugeng. 

Juru bicara KOMITs Tommy DJ menegaskan langkah yang diambil pihaknya bersama FKPM NTT adalah untuk memperkuat laporan sebelumnya sehingga KPK berani menindaklanjuti laporan tersebut ke tahap penyidikan.

”Bagi kami, temuan BPK yang menyatakan ada indikasi penyelewengan dana bansos di NTT sudah kuat. Ini harus segera ditindaklanjuti oleh KPK. Karena jika tidak, akan menjadi preseden buruk di kemudian hari. Jangan sampai seorang kepala daerah bisa seenaknya menyelewengkan dana bansos,” ulas Tommy.

Hamburkan Uang Negara

Secara terpisah, tokoh masyarakat NTT Pater Christo menyatakan, laporan yang dilayangkan ke KPK terkait dugaan penyelewengan dana bansos dinilai baik sebagai bagian dari kesadaran masyarakat atas penegakan hukum. Jika laporan tersebut terbukti dengan adanya bukti-bukti yang menguatkan, sudah seharusnya KPK menjalankan tugasnya sesuai kewenangan yang dimilikinya agar penegakan hukum di Indonesia benar-benar bisa terwujud.

”Karena ini negara hukum, serahkan proses tersebut ke lembaga yang berwenang. Dalam hal ini KPK. Kalau terbukti, beri sanksi tegas kepada siapapun yang terlibat. Mulai dari kepala daerah hingga jajaran di bawahnya. Sehingga saya harapkan, ke depan NTT bisa menjadi wilayah yang bersih dari korupsi, pemerintahannya pun menjadi clean government dan masyarakatnya bisa keluar dari jerat kemiskinan yang selama ini menghantui. Semua itu bisa terwujud jika sebelumnya dilakukan proses pertobatan,” papar Pater Christo. 

Seperti diketahui, laporan dugaan penyelewengan dana bansos yang disinyalir melibatkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya senilai Rp 15.511 miliar telah merugikan negara. Hasil pemeriksaan BPK Perwakilan NTT Tahun Anggaran 2010 menunjukan amburadulnya pengelolaan keuangan negara di bawah kepemimpinan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Di antaranya, untuk menyewa pesawat ke Kabupaten Flores Timur Rp 27,9 juta, sewa pesawat ke Rote Ndao dan Sumba Timur Rp 46 juta, dan sewa helikopter Rp 14 juta ke Timor Tengah Utara.

Selain itu, dana bansos NTT ditengarai juga dimanfaatkan untuk perjalanan dinas ke Jerman Rp 166,4 juta dan China Rp 27,2 juta. Ada juga transaksi keuangan tidak sesuai peruntukan Rp 607,3 juta. Bahkan, ditemukan ada penyaluran Rp 13,3 miliar yang belum dipertanggungjawabkan serta penggelontoran Rp 6,5 miliar yang tidak disertai dokumen memadai. ”Sehingga, total kerugian negara dari dana bansos NTT tahun anggaran 2010 sebesar Rp 15,511 miliar,” ungkap Tommy. [fu/pn]

Minggu, 29 Juli 2012

Kasus 27 Juli Terhenti di Pengadilan Militer

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak PDI-P tidak pernah mendiamkan penyelesaian kasus 27 Juli. Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri menegaskan, pihaknya hingga kini masih terus mendesak penyelesaian kasus penyerangan kantor DPP PDI 16 tahun lalu itu.
"Upaya hukum untuk kasus 27 Juli belum pernah ditutup. Kata siapa kami menutup. Sampai sekarang kami masih terus memperjuangkan penyelesaiannya," tegas Megawati seusai acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2012).
Mega mengungkapkan, dari pihaknya, proses hukum masih terus berjalan hingga kini. Yang terjadi sejak beberapa tahun lalu adalah terhentinya proses di pengadilan militer.
Selain itu, pengadilan koneksitas pun belum membuahkan hasil yang memuaskan. "Pengadilan sipilnya sudah jalan. Pengadilan militernya yang enggak jalan," kata Mega.
Ia menerangkan, peristiwa berdarah yang berawal dari perebutan kantor antara dua kubu PDI itu sebenarnya terus menjadi perhatian pihaknya.
Karena itu, desakan kepada pihak militer untuk mengajukan para petinggi yang terlibat terus disuarakan pihaknya. "Jadi enggak benar kalau kami bungkam. Orang terus didesak, tapi enggak jalan kok," kata Mega.
Pada kesempatan yang sama, Ketum PDI-P itu juga menyinggung lima lembaga yang disebutkan Presiden SBY rentan korupsi. Menurut Mega, Presiden tidak perlu hanya sekadar berbicara atau mengindikasikan.
Yang terpenting adalah bagaimana melakukan tindakan untuk mengantisipasi kerawanan tersebut. "Kalau sudah ada yang bicara, berarti harus ada yang jawab. Ya saya bilang, laksanakan. Itu saja, laksanakan," kata Mega.
Editor :
Benny N Joewono

Sabtu, 28 Juli 2012

1 Alamat, Masjid & Gereja Ini Berbagi Tembok

Kubah masjid di sebelah salib tinggi. Tak ada keangkuhan di sana. 

VIVAnews -- Berbeda bukan berarti saling bermusuhan. Termasuk soal keyakinan. Kerukunan beragama niscaya terjalin jika masing-masing umat saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya.

Ajaran itulah yang terpancar dari seberang Jalan Gatot Soebroto No 222 Solo. Di sana berdiri dua bangunan tempat ibadah yang berbeda: Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan. Dengan nomor alamat yang sama.

Dari kejauhan, dua bangunan ibadah terlihat menonjolkan lambang masing-masing, kubah hijau dan bulan sabit bintang, juga salib besar yang berdiri di atap gereja. Namun, tak ada keangkuhan di sana.

Saking dekatnya, tembok masjid dan gereja saling berdempetan. Tempat imam masjid langsung berbatasan dengan ruang pertemuan gereja. Bahkan, di bagian atas ruang imam tersebut dibiarkan terbuka sehingga tembok salah satu ruangan gereja terlihat menonjol.

Menurut cerita Pendeta Widi Atmo Herdjanto, gereja dibangun lebih dulu pada tahun 1939. Kala itu, gereja didirikan di atas tanah milik H Zaini yang telah dibeli oleh sejumlah umat Kristen asal Danukusuman, Solo.

Saat bangunan gereja tersebut dibangun, para pendiri juga sudah mengetahui ihwal rencana pembangunan mushola, yang direalisasikan tahun 1947, tepat di sisi utara gereja.

“Mulai saat itulah kerukunan kedua umat beragama ini terjalin, seperti halnya kedua bangunan tempat ibadah. Perwakilan  Islam maupun Kristen membangun prasasti tugu lilin sebagi simbol kebersamaan,” ujar Pendeta Herdjanto kepada VIVAnews, Jumat, 27 Juli 2012

Prasasti lilin yang memiliki tinggi 100 centimeter hingga kini masih tegak berdiri, posisinya di  tempat wudlu perempuan yang terletak di sebelah selatan masjid. Tugu bercat putih tersebut menjadi sumpah janji di antara kedua pemeluk keyakinan yang berbeda itu. Untuk hidup rukun dan damai. Jangan sampai terjadi permusuhan dan peliharalah kedamaian selamanya.

Mushola menjadi masjid
Dalam perkembangannya, bangunan mushola tersebut pun berkembang menjadi masjid. Seperti diceritakan Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Muhamad Nasir Abu Bakar, sebelum merubah bangunan mushola menjadi  bangunan masjid, pihaknya terlebih dahulu juga melakukan komunikasi dengan pihak gereja.

Demikian juga ketika ada permasalahan yang menyangkut kepentingan kedua umat tersebut, Nasir mengakui selalu mengedepankan komunikasi yang penuh rasa kekeluargaan dan persaudaraan. Semisal, akan melakukan Salat Ied pada hari raya, pihaknya selalu meminta izin kepada pihak GKJ Joyodiningratan untuk meminjam halaman depan gereja untuk dijadikan sebagai tempat salat. Sebab, bangunan masjid terlalu kecil untuk menampung umat muslim.

“Sebelum melakukan Salat Ied, sekitar pukul 05.30 WIB jemaat gereja dengan remaja masjid berbaur ikut membersihkan jalan dan halaman yang akan menjadi tempat salat,” ujarnya.

Saat Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, seperti dikatakan Pendeta Herdjanto, pihaknya akan menghilangkan jadwal  kebaktian pagi pukul 06.30 WIB. Padahal, setiap Minggu dalam satu hari terdapat empat jadwal kebaktian, yakni pukul 06.30, 08.30,14.30, 18.30 WIB. “Tetapi untuk menghormati  saudara muslim yang Salat Ied di depan gereja maka kami meniadakan jadwal kebaktian yang pagi supaya tidak menganggu kekhusyukan saudara kita yang sedang melaksanakan salat,”  kata dia.

Pun demikian saat umat Kristiani melaksanakan kebaktian setiap hari Minggu, jemaat gereja tersebut juga parkir di depan masjid. Yang menjaga kendaraan mereka adalah remaja masjid. “Ini dilakukan supaya saudara kita yang Kristiani tenang dan khusyuk selama mengikuti kebaktian. Karena kendaraannya ditunggu remaja masjid,” tutur Nasir.

Bahkan, keberadaan pengeras suara masjid yang terletak tepat diatas kantor gereja juga tidak dipermasalahkan. “Tidak ada complain sama sekali. Suara adzan itu memang keras, ya memang fungsinya untuk panggilan salat bagi kaum muslim," ucap pendeta.

Sebaliknya saat kalangan jemaat gereja melakukan peribadatan pada  misa Natal, lanjut dia, pihak pengurus masjid juga tahu diri. Kalau biasanya sebelum adzan didahului dengan membaca Alquran dengan pengeras suara selama 10 menit, namun untuk menghormati peribadatan umat Kristiani, pembacaan Alquran itu ditiadakan.

“Jika berbarengan dengan Natal, kami meniadakan bacaan Alquran sebelum adzan supaya tidak menggangu peribadatan umat Kristiani. Ini merupakan cara untuk menghormati mereka,” tegas Nasir.

Terkenal hingga luar negeri
Sikap toleransi yang terjalin di kawasan tersebut kabarnya menyebar ke seluruh dunia. Banyak orang asing yang berkunjung. Selain ingin melihat dari dekat, merea juga ingin mengetahui kunci kerukunan yang terjadi antara umat beragama tersebut. Bahkan, dua pekan lalu mendapatkan kunjungan special dari kalangan tokoh agama Eropa.

“Biasanya mereka yang studi banding ke sini menanyakan mengenai berdirinya gereja dan masjid. Saya selalu bilang, gereja lebih dulu berdiri. Kenapa masjid bisa berdiri karena ada kesepakatan dari para pendahulu kita. Silakan membangun masjid bersinggungan, bersampingan dan bergadengan dengan gereja. Dan momentum ini disertai dengan pendirian tugu yang artinya tidak akan ada perbedaan dan permusuhan sampai nanti. Jadi ke depannya insya Allah tetap aman,” harap Nasir.

Prinsip kehidupan yang penuh dengan toleransi tersebut, dikatakan Nasir,  akan selalu ditularkan kepada generasi muda di daerah tersebut.

Lantas, ia pun menegaskan bahwa baik dari phak gereja maupun masjid sangat menjaga betul arti pentingnya kedamaian, persaudaraan dan persatuan.  “Kami memang menjaga betul persatuan. Tetapi kalau mengenai agama tidak bisa bercampur, sendiri-sendiri. Dan dalam masalah itu ada pelajaran dari Allah bahwa Islam menjunjung tinggi toleransi, lakum dinukum waliyadin,” ucapnya. (umi)

 

Rabu, 25 Juli 2012

North Koreans Learn They Have First Lady


SEOUL, South Korea — North Korea’s state-run news media announced on Wednesday that its young leader Kim Jong-un had married, and identified his wife as Ri Sol-ju.


The North’s Central TV showed Mr. Kim visiting an amusement park in the capital, Pyongyang, with a young stylish woman, and identified her as “Comrade Ri Sol-ju, wife of Marshal Kim Jong-un,” South Korean officials said. A North Korean state-run radio station also identified the woman as Mr. Kim’s wife.
In recent weeks, North Korean media has shown the same woman accompanying Mr. Kim to several state functions, triggering speculation over who she was. The couple attended a July 6 concert that featured Mickey Mouse and other Disney characters. They later visited a kindergarten together.
The North Korean television report did not say when the couple was married.
Mr. Kim, still believed to be in his late 20s, took over top leadership in North Korea after his father, Kim Jong-il, died in December.
He has recently begun projecting himself as a young leader self-confident enough to attempt a different ruling style from that of his dour and reclusive father. North Korean television showed Mr. Kim raising a thumb at a girl group singing the theme song of the iconic American movie “Rocky” during the same concert that featured Mickey Mouse.
By showing up with his wife in public, Mr. Kim distinguished himself from his father. During Kim Jong-il’s rule, most ordinary North Koreans had never seen their first lady on television. Defectors from the North said that most North Koreans did not know who their first lady was when Mr. Kim was in power.

Emir Moeis: Saya Enggak Tahu Ada Penyimpangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI Perjuangan Emir Moeis mengaku banyak tahu perihal proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung tahun 2004 lantaran pernah berada di Komisi yang membidangi energi. Namun, Emir mengaku tak tahu menahu adanya penyimpangan dalam proyek itu.
"Saya enggak tahu. Bukan menyanggah yah, tapi betul-betul saya tak tahu," kata Emir di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Emir mengaku terkejut dengan pemberitaan yang menyebut dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasalnya, dia belum pernah diperiksa dan belum ada pemberitahuan resmi dari KPK.
Lantaran belum tahu perihal dasar penetapan tersangka, Emir belum mau berkomentar banyak mengenai perkara itu. Dia berharap KPK segera memeriksanya agar jelas substansi kasus yang menjeratnya.
"Komentar saya paling pas nanti kalau sudah dipanggil KPK, sudah ditanya macam-macam, baru tahu substansinya apa. Sekarang masih meraba-raba," kata Ketua Komisi XI DPR itu.
Ketika ditanya apakah ia melihat ada politisasi perkara itu lantaran proyek PLTU berlangsung tahun 2004 , Emir menjawab, "Itu tahun 2003 malah. Saya enggak mau bilang gitu. Kita lihat dulu substansinya. Saya kan orang politik, mestinya enggak jauh dari politik. Tapi saya enggak maustatement seperti itu."
KPK menetapkan Emir sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji, terkait dengan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tarahan, Lampung, tahun 2004. KPK telah mengeluarkan surat perintah penyidikan dengan nomor Sprin.Dik-36/01/07/2012, yang dikeluarkan 20 Juli lalu atas nama tersangka Izederik Emir Moeis.
Editor :
Heru Margianto



Selasa, 24 Juli 2012

Akui JK Potensial, PKS Belum Berani Deklarasi

INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui sosok mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) sangat potensial didukung untuk 2014. Namun, PKS belum berani berspekulasi apakah akan mendeklarasikan JK sebagai capres atau tidak.


"Sekarang kan PKS membentuk tim, mengidentifikasi di antara nama yang masih tinggi karena pernah jadi wapres ya JK," kata Wakil Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah, saat dihubungiINILAH.COM, Selasa (24/7/2012).



Namun, Zulkiefli menuturkan PKS belum berani memastikan apalagi mendeklarasikan JK sebagai capres dari PKS. Walau dia tidak menampik sosok JK menjadi perhatian juga di internal PKS. "Tidak terburu-buru juga gitu. Ini prosesnya masih panjang. Pak JK memang tokoh yang cukup diperhitungkan," katanya.



Menurut dia, PKS masih berkonsentrasi untuk lolos pada pemilu legislatif. Sehingga untuk pencapresan belum menjadi prioritas utama. Termasuk jika Partai Golkar menantang PKS untuk mendeklarasikan JK sebagai capres.



"Masih lama, prosesnya. Yang paling penting konsolidasi kerja untuk sukseskan pemilu legislatif. Karena kami tidak mau latah," tegasnya. [yeh]

Senin, 23 Juli 2012

Venna Melinda: Pesona Wisata Di NTT Ternyata Luar Biasa

sergapntt.com, KUPANG – Artis yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Venna Melinda mengaku Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki pesona wisata yang luar biasa. Mulai dari Komodo, Danau Tiga Warna Kelimutu, taman laut hingga bermacam budaya adat yang unik. Karena itu, politisi asal Partai Demokrat ini meminta Pemprov NTT untuk lebih serius menangani sekaligus mengembangkan potensi yang ada demi kesejahteraan masyarakat NTT.

“Saya terharu ketika sampai di Kupang. Oh, pesona wisata di NTT ternyata luar biasa. Tapi saya mau tau, sejauh mana kesiapan NTT demi mencapai target kunjungan 1 juta wisatawan ke NTT pada tahun 2013 nanti? Termasuk menghadapi Sail Komodo 2013? Seperti apa persiapan-persiapan yang sudah dilakukan oleh pemerintah provinsi NTT,” tanya Venna Melinda kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam acara tatap muka antara Komisi X DPR RI dengan Gubernur NTT di ruang kerja Gubernur NTT di Kupang, Senin (16/7/12).Pertanyaan Venna Melinda pun langsung dijawab. Kata Gubernur NTT, menghadapi Sail Komodo 2013 dan target kunjungan 1 juta wisatawan ke NTT di tahun 2013 nanti, Pemprov NTT bersama Pemerintah Pusat (Pempus) sedang dan terus berupaya memperbaiki dan menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari jalan, bandara, pelabuhan, listrik, air bersih, perhotelan dan sarana prasarana lain agar bisa dinikmati oleh para wisatawan.Sebab, lanjut Gubernur NTT, Sail Komodo dan target kunjungan wisatawan ke NTT akan mampu memberikan nilai positif bagi kemajuan ekonomi rakyat NTT.“Di Labuan Bajo (ibukota Kabupaten Mangarai Barat) sedang dilakukan perbaikan-perbaikan. Bahkan masyarakat di sana mulai ramai-ramai membangun hotel. Ada yang sudah jadi, ada juga yang sedang dalam pengerjaan. Sementara itu, kita juga sedang menyiapkan penyediaan air bersih, listri, rumah sakit, termasuk bandara dan pelabuhan lautnya,” paparnya.Gubernur menjelaskan, ditengah semangat menyukseskan Sail Komodo dan target 1 juta kunjungan wisatawan di tahun 2013 mendatang, sesungguhnya NTT masih dililit oleh berbagai persoalan ekonomi dan sosial. Salah satu penyebabnya adalah wilayah NTT yang luas yang terdiri dari pulau-pulau, lengkap dengan biaya transportasi yang mahal. Misalnya, biaya pesawat dari Kupang ke Labuan Bajo itu lebih mahal ketimbang Kupang-Jakarta.“Sekarang ini Kupang – Labuan Bajo Rp1,6 juta. Sedangkan Kupang – Jakarta hanya sekitar Rp800.000,” kata Gubernur NTT.Kepada Venna Melinda cs, Gubernur NTT mengatakan, NTT masih dan sangat membutuhkan perhatian lebih dari Pemerintah Pusat.“NTT ini berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Autralia. Walau begitu kami tidak punya keinginan untuk bergabung dengan dua negara ini. Kami tetap setia dan selalu setia kepada NKRI. Oleh karena perhatikanlah kami hhhhh,,,,,,” ucap Gubernur berguyon.Mendengar komentar Gubernur tersebut, hampir semua Anggota Komisi X DPR RI yang hadir, termasuk Venna Melinda tampak tersenyum-senyum sambil mangut-manggut.“Hahahaha, ya..ya.. kami akan minta pemerintah pusat melalui menteri-menterinya untuk lebih memperhatikan NTT,” ujar Muslim, Anggota Komisi X dari Partai Amanat Nasional.
by. cis

Taufik Kiemas: Pembubaran Fraksi Mengada-ada!

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufik Kiemas tak setuju jika fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibubarkan. Menurut Taufik, di negara demokrasi fraksi sebagai kepanjangan tangan partai politik harus tetap ada.

"Itu (pembubaran fraksi) mengada-ada, supaya agak rame," kata Taufik di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Taufik menilai, fraksi di MPR maupun DPR telah bekerja maksimal selama ini. Politisi senior PDI-Perjuangan itu mengkritik Ketua DPR Marzuki Alie yang mengaku mendukung pembubaran fraksi.
"Kalau tidak ada fraksi, saya tidak bisa jadi Ketua MPR. Pak Marzuki juga sama, kalau tidak ada fraksi Demokrat, juga tidak bisa jadi Ketua DPR," kata Taufik.
Seperti diberitakan, Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) telah mengajukan permohonan uji materiil ke Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan fraksi partai politik di DPR. Beberapa pihak menilai fraksi tak perlu dibubarkan, namun hanya disederhanakan.
Editor :
Latief

Mariah Carey Resmi Jadi Juri American Idol

Oleh: Shindu Alpito

Jakarta - Fox akhirnya menjawab teka-teki siapa juri American Idol selanjutnya. Seperti yang diberitakan kemarin, akhirnya kini Mariah Carey resmi menjadi juri American Idol musim ke-12. Presiden Fox Kevin Reilly mengumumkan melalui konferensi pers pada hari Senin (23/7) kemarin.

“Saya sangat senang bergabung dengan 'Idol',” Carey mengatakan melalui telepon kepada Billboard.com. “Saya ingin berada di sana untuk mengatakannya langsung kepada Anda. Saya tidak sabar untuk memulai prosesnya dalam beberapa bulan ini.”

“Sebagai seorang penyanyi, penulis lagu dan produser, rasanya menyenangkan dan bermanfaat untuk membantu menemukan bakat baru dan memberikan kontribusi denganAmerican Idol,” ungkap Carey dalam sebuah pernyataan. “Saya sedang di studio untuk mengerjakan album baru dan single pertama saya, “Triumphant,” yang akan keluar awal bulan depan. Saya tidak sabar untuk menyalurkan energi kreatif saya sebagai bagian dari acara yang sangat fenomenal di dunia ini.”

Proses pemilihan juri American Idol memang menarik. Sebelumnya sempat beredar isu bahwa Celine Dion, Aretha Franklin, dan Fergie akan menggantikan Jennifer Lopez yang memutuskan berhenti menjadi juri American Idol.

Sementara itu, produser eksekutif sekaligus penggagas American Idol, Simon Fuller, mengatakan, “Kami sangat bangga memiliki penyanyi perempuan terhebat untuk bergabung dalam acara kami. Mariah adalah perwakilan kata 'idola', dan akan menginspirasi setiap penyanyi yang tampil di depannya.”

Namun pihak Fox belum memberi kepastian siapa yang akan menggantikan Steve Tyler untuk menjadi juri American Idol musim berikutnya.

Kejagung Siap Proses Berkas Cut Tari & Luna

Berkas keduanya sampai sekarang masih di tangan kepolisian.
VIVAnews – Jaksa Agung Basrief Arief menyatakan pihaknya siap memproses berkas hukum Cut Tari dan Luna Maya. Seperti diketahui, sampai saat ini berkas keduanya masih ada di tangan kepolisian.


“Kalau cukup alat bukti, kami siap. Yang penting alat buktinya,” kata Basrief di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa 24 Juli 2012. Namun ia enggan mengatakan mengapa berkas tersebut mandeg begitu lama. Dia mempersilakan wartawan untuk mengkroscek ke pihak kepolisian.



“Tanyakan kepada yang dapat arahan,” ujar Basrief. Cut Tari dan Luna Maya sebelumnya terlibat dalam skandal video asusila bersama Nazriel Irham alias Ariel eks Peter Pan. Di saat Ariel yang sempat dua tahun dibui bebas, berkas Cut Tari dan Luna Maya masih terkatung-katung.



Markas Besar Polri sendiri telah menegaskan, kasus itu masih ditangani oleh penyidik. Mereka mengaku kesulitan karena petunjuk jaksa susah dipenuhi.

“Petunjuknya yang sulit. Kalau petunjuknya jelas, mudah-mudah saja menangani kasus ini,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Anang Iskandar.

Menuju Sidang, Miranda Berbaju Tahanan

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S Goeltom akan mengenakan baju tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi menuju ruang sidang. Miranda akan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupi Jakarta, Selasa (24/7/2012) pagi ini.
"Besok (hari ini) akan dipakaikan (baju tahanan) sebelum sidang," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Senin (23/7/2012) malam. Sidang perdana Miranda mengagendakan pembacaan surat dakwaan yang disusun tim jaksa penuntut umum KPK.
Menurut Johan, Miranda akan mengenakan baju tahanan mulai dari keluar Rumah Tahanan KPK hingga sampai di Pengadilan Tipikor. Kemudian saat akan memasuki ruang sidang, baju tahanan akan dilepas. "Sebelum masuk ruang sidang nanti akan dicopot. Karena saat sidang seseorang harus terbebas dari tekanan-tekanan," ujarnya.
KPK menetapkan Miranda sebagai tersangka karena diduga ikut serta atau menganjurkan Nunun Nurbaeti menyuap anggota DPR 1999-2004. Suap dalam bentuk cek perjalanan tersebut diduga terkait dengan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 yang dimenangkan Miranda. Nunun divonis dua tahun enam bulan karena dianggap terbukti sebagai pemberi suap.
Adapun pasal yang disangkakan kepada Miranda, yakni Pasal 5 Ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 dan Ayat 2 KUHP.