Minggu, 25 Oktober 2015

Selamat Menempuh Hidup Berkeluarga, Rusly & Carline

 "BERSUKACITALAH DALAM PENGHARAPAN, SABARLAH DALAM KESESAKAN 
DAN BERTEKUNLAH DALAM DOA"
( ROMA, 12 : 12 )

Rusly dan Carline Berpose Bersama Setelah Misa Pemberkatan Nikah
Jumat, 23 Oktober 2015 menjadi moment bersejarah bagi keluarga Bpk. Yohanes Lewa Doren dan Ibu Maria Nogo Ritan. Di hari penuh rahmat ini, anak perempuan mereka, Yuliana Carolina Djawa Doren, akhirnya memberanikan diri untuk mengikrarkan janji suci perkawinan dengan suaminya, Theophillus Rusly di hadapan tiga imam dan segenap umat yang hadir. Ada berbagai rasa yang muncul manakala menyaksikan moment membahagiakan ini. Yang pasti, rasa haru bercampur bahagia menyeruak dari dalam diri dan mewujud dalam deraian air mata yang tak terbendung. Anak gadis yang kekasih itu kini  harus "dilepaskan" untuk menentukan sendiri keputusan-keputusan besar bagi hidupnya.

Sejak  Kamis, 22 Oktober 2015, keluarga Doren Lewoloba sudah berada di Dusun Woloara, Desa Ribang, Wairpelit, Sikka. Keluarga Doren tidak menghadirkan seluruh keluarga besarnya. Faktor jarak dan beberapa faktor lain menjadi pertimbangan keluarga untuk tidak melibatkan anggota keluarga dalam jumlah yang besar. Perkiraan keluarga yang hadir adalah sekitar 20 orang. Kehadiran ini menjadi bentuk dukungan langsung keluarga atas pernikahan suci yang dilangsungkan.

Misa Pemberkatan nikah berlangsung di Gereja Wairpelit pada Pkl. 09.00 Wita, dipimpin oleh tiga orang imam. Misa berlangsung khusyuk diiringi oleh koor yang semarak. Pada kesempatan ini juga, Pastor Selebran utama menyerahkan titipan berkat apostolik dari Sri Paus Fransiskus untuk pasangan Rusly dan Carline.

Perbedaan budaya seringkali menjadi masalah dalam sebuah hubungan. Pernikahan Rusly dan Carline sekaligus juga merupakan perkawinan dua budaya, Budaya Lamaholot Flores Timur dan Budaya Sikka. Berhadapan dengan situasi ini, komunikasi adalah kunci keberhasilan sebuah hubungan. Carline sendiri sudah selama dua tahun belakangan ini telah berada di Kab. Sikka, sejak bekerja di Puskesmas Nita pada tahun 2013. Semoga keluarga baru ini dapat menjadi contoh berhasilnya perpaduan dua budaya yang berbeda. 

Selamat Menempuh Hidup Baru, 
RUSLY & CARLINE

Sabtu, 26 September 2015

Lewoloba, Tuan Rumah BKSN 2015 Paroki Riangkemie


Bulan Kitab Suci Nasional adalah bulan yang spesial bagi umat Katolik untuk semakin mendekatkan diri pada Kitab Suci. Kitab Suci adalah sarana iman yang berdaya menghubungkan yang ilahi dan insani, membantu manusia semakin memahami misteri ilahi. Dalam kacamata Kristiani, Sabda Ilahi (Divine Words) telah menjelma dalam diri Yesus Kristus.

Dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional, Paroki St. Yosep Riangkemie, Keuskupan Larantuka, mengadakan beberapa jenis perlombaan yang dipusatkan di Gereja Stasi Lewoloba. Perlombaan-perlombaan tersebut antara lain Lomba Paduan Suara, Lomba Baca Kitab Suci dan Quiz Kitab Suci. Sebelumnya jenis-jenis perlombaan ini telah dilombakan pada masing-masing stasi. Pemenang lomba tingkat Stasi menjadi utusan Stasinya untuk tampil pada lomba tingkat Paroki.

Penjemputan peserta dilaksanakan di Gereja Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Lewoloba (25/09/2015). Ada satu hal yang sangat mengejutkan, yaitu bahwa dari 9 Stasi dan Lingkungan yang ada di Paroki St. Yosep Riangkemie, hanya 2 Stasi yang hadir, yaitu Stasi St. Markus Penginjil Waimana I dan Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Lewoloba. Hal ini jelas menimbulkan kekecewaan bagi Pastor Paroki, pengurus harian Dewan Paroki dan peserta dari dua Stasi yang hadir.

Pastor Paroki St. Yosep Riangkemie dalam sambutan pembukaannya menyatakan bahwa sekalipun hanya ada 2 Stasi yang hadir, hal itu tidak boleh memupuskan semangat peserta lomba. Rangkaian acara perlombaan harus tetap dilaksanakan demi kemuliaan Allah.

Sebagai "menu" pembuka, peserta lomba Paduan Suara dari 2 Stasi yang hadir tampil memukau penonton. Yang tampil sebagai juara Lomba Paduan Suara adalah kelompok Paduan Suara Stasi Lewoloba dengan perolehan 5700 poin, unggul dari Stasi Waimana I yang memperoleh 5600 poin.

Dalam sambutan penutup, Rm. Agus Pehan, juri lomba,  menekankan bahwa yang dicari pada moment ini bukan kalah-menang, tetapi partisipasi umat dalam kegiatan BKSN 2015.


Senin, 25 Mei 2015

Pencanangan Pekan Kesehatan Ibu dan Anak Kec. Ile Mandiri Berjalan Lancar

Riangkemie, ND
Dalam rangka menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur mencanangkan Pekan Kesehatan Ibu dan Anak (PKIA). Tahun ini PKIA dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2015 di setiap kecamatan secara serempak.

Pelaksanaan PKIA Kec. Ile Mandiri berpusat di Desa Riangkemie. Acara dimulai dengan pelepasan rombongan pawai PKIA oleh Pak Camat Ile Mandiri yang bergerak dari Desa Watotutu dan berakhir di Desa Riangkemie. Acara pencanangan PKIA dihadiri Camat, Kapospol, Babinsa, Pastor Paroki Riangkemie, Imam Masjid Delang, Pejabat Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Waimana, Para Kader Posyandu dan Ibu-ibu hamil.

Dalam pesannya kepada para ibu hamil, Kepala Puskesmas Waimana menegaskan pentingnya 2H2 Center yang berarti bahwa setiap kelahiran baru harus dilaksanakan pada fasilitas kesehatan yang ada. Bukan zamannya lagi melahirkan di rumah. Kepala Puskesmas mengakui bahwa pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasi ibu-ibu hamil dengan usia kandungan di bawah tiga bulan. Masyarakat terkesan menyembunyikan kehamilannya mungkin karena kepercayaan adat atau karena kehamilan yang tidak diinginkan.

Pada kesempatan tersebut juga, Pastor Paroki Riangkemie, Rm. John Lein, Pr, mengapresiasi kemitraan yang terjalin antara Gereja dan Pemerintah dalam upaya mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Gereja perlu mengenal umatnya yang sedang hamil untuk diberikan perhatian secara khusus.

Sabtu, 02 Mei 2015

The Head is Sick, Lewoloba's Officials are Awaiting Orders


It has been more than three months; the Head of the Village of Lewoloba, Sir Frans Roy Hurint doesn’t be in his office. It all started after a tourist visit to Lewoloba last February. He had a terrible sickness which caused him unable to work effectively. This situation affected some important agenda such as the arrangement of the Village Budgeting and Revenue (APB Desa), the appointment and inauguration of four new village officials and Annual Accountability Report of The Head of the Village of Lewoloba. Among these agenda, Annual Accountability Report is the most important matter.

Under Article 28 Paragraph 1 and 2 Law Number 6 / 2014 Concerning the Village, the Head of the Village who did not make Annual Accountability Report will be subject to an Oral Reprimand, Written Reprimand, Suspension and Dismissal. Considering the Head of the village is sick, and then the task can be prepared by village officials. But until now the task has not been done yet. When the Camat of Ile Mandiri visited Lewoloba to facilitate the inauguration ceremony of the village officials, one of the village officials said that they had not got any command from the Head of the village. In some matters, they had not got the command as well. The village parliaments (BPD) will soon issue a warning letter to the head of the village to pay more attention to this matter.

Lewolobanese people wish their Head’s health to be recovered so the government affairs can be underwent well. During the absence of the Head of the village, vilage officials should have initiatives to manage some important unfinished tasks.